Apa Itu Edge Wick ?
Mungkin anda pernah
membeli makanan baik itu berupa makanan yang berkuah maupun makanan yang tidak
berkuah dimana pada saat anda membeli sang penjual memberikannya pada anda dengan
menggunakan sebuah kemasan makanan yang bisa anda buang setelah anda memakainya. Pernahkah terpikir oleh anda terbuat
dari apakah bahan kemasan makanan
tersebut? Apakah terbuat dari plastik atau memang dari bahan lainnya? Awalnya
saya juga bertanya seperti itu, hingga dikemudian harinya saya mengetahui
bahwasanya kemasan makanan tersebut
bukanlah terbuat dari bahan plastik ataupun sejenisnya. Namun kemasan makanan tersebut terbuat dari
kertas, dimana telah kita sama-sama ketahui bahwa kertas pada umumnya terbuat
dari bahan yang memiliki serat baik itu didapatkan dari kayu.
Secara umum kertas yang
digunakan sebagai kemasan makanan
tersebut disebut dengan food
packaging paper yang merupakan bagian dari food paper. Food paper yang dibuat haruslah bebas dari
racun yang dapat mengganggu kesehatan manusia, karena nantinya akan
diaplikasikan pada makanan dan minuman. Seperti contoh, haruslah bebas dari
pewarna kertas seperti halnya OBA (Optical
Brightening Agent) yang berfungsi memberikan kecerahan pada kertas
tersebut. Pada proses pembuatannya, produsen food packaging paper
tidak akan menambahkan chemical ini
sehingga secara tidak langsung warna dari kertas itu sendiri akan mengacu pada
warna pulp yang digunakan. Yang saya
ketahui warna asli dari kertas food
packaging paper tersebut yaitu berwarna kuning, atau dalam bahasa dagangnya
yaitu natural white (Nova).
Berdasarkan pada
kegunaannya maka food packaging paper ini sangat diharapkan memiliki
nilai ketahanan terhadap daya serap air yang bagus atau dalam istilah kertas
dikenal juga dengan nilai edge wick.
Nilai edge wick ini sangat menentukan
kualitas dari food packaging paper yang
akan digunakan oleh konsumen, karena apabila nilainya tidak bagus maka dalam
pemakaiannya air akan cepat menyerap ke dalam kertas dan merembes sehingga
tidak mampu menahan makanan atau minuman yang ditampungnya.
Pada pembuatannya
menjadi kemasan makanan ini akan
tetap mengalami proses laminating terlebih dahulu sehingga selain nilai edge wick tersebut, juga dibutuhkan
nilai yang bagus dari karakteristik - karakteristik yang lain dari kertas
tersebut. Antara lain yaitu nilai kekuatanya, seperti nilai daya regang kertas
tersebut serta kekakuannya.
Dalam finishingnya, kemasan makanan
ini akan mengalami proses pencetakan/printing yang bertujuan untuk memberikan
kesan estetika pada kemasan makanan
tersebut, meskipun dalam penjualannya ada juga yang berbentuk polos tanpa
gambar ataupun tulisan di kemasan makanan tersebut.

Komentar
Posting Komentar